Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Wordpress

https://majelisinspirasi.wordpress.com/2020/11/24/dariku/

Hujan

Tentang hujan adalah tentang rindu

Diingatkan

Diingatkan oleh banyak hal..bersyukurlah terus. Yang dilebihkan ada yabg di kurangkan,yang dikurangkan ada yang dilebihkan...keseimbangan...
Gambar
terimakasih ya Allah atas banyak karunia dalam hidup ini. Anak, suami, keluarga dan yang indah indah itu.... Semoga dalam kerahmatan dan kebaikan,, diberikan petunjuk dan keselamatan di dunia... sebab, sesungguhnya kehidupan adalah akhirat.... Khansa, Khaifa////terimakasih menjadi semangat mama, menjadi anak perempuanku yang membanggakan dan membahagiakan....  
 sekian lama tak menengok blog ku, malam ini, disepi sendiri mengingat banyak kesalahn tentang ketidakpahamanku dan ketidaksempurnaanku...membayangkannya aku serasa atas diri yang hina ini...lemah, tiada daya.. betaapa aku sarat dengan kesalahan, ketidakmampuan membedakan yang mana baik, benar..lakukan saja semaunya,,tanpa memperkirakaan efeknya...ya Tuhanku..tutupkan aib diri ini..maafkan semua keslahanku, dan ampuni dosa dosaku.. semoga semangat ini adalah penghapus dosa dosa, dan ketika dosa banyak sudah allah maafkan aku kembali fitrah,,merenda hari hari dengan penuh impian dan kebaikan...

Kebaikan ujian

Kebaikan ujian tidak harus yang nyaman nyaman saja.. contohnya: ..... kita di uji dengan jabatan, berkesempatan menengok negeri  orang sambil tugas dinas, nantinya membawa pulang oleh oleh khas daerah. Unik,lucu,menarik....ini rezeki...dibagi bagi.... Kita di uji memiliki harta melimpah ruah, umroh bisa dilakukan tiap bulan pas akhir pekan, paspor tidak pernah disimpan lama di dalam lemari..pokoknya sebentar ke luar negeri, sebentar lagi keluar negeri Kita diuji dengan kecantikan diri, hemmm....berbanding lurus, mendapatkan suami yang juga ganteng, kaya dan mapan...semua bisa dimiliki, mobil lebih dari 1, rumah mentereng, perhiasan blink blink... seneng yaaa... Lalu... Kisah lainnya, kebisaan kita hanya fisik..maambilupah banaik nyiur,  kuat manabuk tanah, baangkut kayu, bahanu ada gawian, bahanu parai gawian. mampunya yang tak banyak berpikir... jasa yang bisa diandalkan, amun panggaringan, kada kawa am jadinya bagawian.... --------- Tidak memiliki jabatan bukan ti...
Barakallah,,syawal...semoga selalu diberikan kebahagiaan, kesyukuran, kekuatan

Pandemi corona dan seni menata hati

Musibah sebagai sebuah ujian lain lain bentuknya, musibah bukan hukuman apalagi dampak balas dendam. Cara Allah menyayangi itu banyak, di sanjung, diberi kesempatan, di ingatkan. Di bersihkan... Pandemi copid 19 adalah seni menata hati, sebab, ikut merasakan dampaknya yang besar, mengalami kesedihan dan kekecewaan. Waktu, tenaga, hati, materi teruji... Hanya orang yang berusaha kuat dan kuatlah menjadikan ini sebagai pembelajaran... positif menerima ikhlas,  mengembalikan dan berharap menempati posisi teratas dalam kesabaran dan keikhlasan .... PadaMu rabb, aku ikhlaskan atas ujian ini, biar hilang, biar terpendam...tapi pengalaman menguatkan keikhlasan sebagai hamba, berjuang kuat sebagai hamba, menjalani taqdir sebagai hamba..... Siapa tahu Allah sedang membersihkan, Allah ingin kita untuk hatinya selalu ikhlas berbagi dan berempati, jangan sombong, jangan angkuh, jangan sok... Allah ingin kita kembali ke haribaanNya dengan niat dan kondisi hati bersih suci, dihapusi kes...

Anakku sudah jadi imam

Subhanallah, Alhamdulillah ya Allah...engkau beri kedamaian hati, kesejukan diri, syukur tiada tara, nikmatnya hidup dan kebahagiaan besar ini. Anakku sudah mampu jadi imam, syahdu mendayu mendengarkan lafadz quran yang dibacakan tiap rakaat, lantunan syahdu menyentuh dinding hatiku sebagai mama yang mengandungnya, melahirkannya, membesarkannya... Terimakasih ya Allah..ini sujud terindahku, ini luapan emosi paling berhargaku, ini rindu, cinta bahkan harta terbesar dariMu. Melebihi tingginya jabatan, banyaknya harta dan kemewahan. Mobil, rumah, tanah, emas berlian...kami sehat, kami berkumpul, berdoa bersama dalam kebaikan... Anakku sudah mampu jadi imam, harapanku tercapai...keselamatan dan kemampuan anak anak nomor 1. Mencukupi kebutuhannya, memenuhi kewajibanku sebagai orang tua...menyenangkan hatinya...mereka yang menerangi alam kubur kami tiap saat dengan doa dan kerinduannya... Mereka yang membuktikan bahwa aku berhasil jadi orang tua.... Allahuakbar...kau titipkan amanah ini...

Tentang diri

Terhinanya aku yang selalu menjumlah nikmatMu, mengakhiri dengan kegalauan..padahal Allah begitu mempersiapkan hidup di dunia ini dengan baik, supaya sabar dan terus syukur... Aku cengeng, sedikit sedikit aedih, protes..minta lebih...padahal betapa Allah memberikan semuanya sudah Aku alpa, khilap dan lupa...ampuni berkahkan dan bimbing supaya selalu benar....

Sedang bertemu dengan sang pencipta

Kalimat itu kubaca pada judul yang ramai di media massa, kehilangan dua ulama tercinta... Rangkaian doa, pilu sedih hati. Pergi sudah mereka yang rela menjadi garis terdepan keselamatan banua. Menjadi pengawal amannya banua kita. Entah, berapa  dosa kita, kesalahan kita, berkat beliau beliau... diamankan, dijagakan... mereka menyandang predikat panutan, pembimbing arah, suri teladan.... Pagi tadi meninggalkan dunia fana, tentu saat ini tengah bahagia bertemu dengan rabb tercinta... Merinding membayangkan moment pertemuan haru itu, tapi bagaimana dengan kami kami yang ditinggalkan ini???? Berpulang, setiap yang bernyawa pasti akan kembali.....

kisah hari sabtu

mendung bergelayut, gerimis pilu, gelap, sepi tapi kabar duka itu pengingat bahwa bila ada seorang kesayangan dipanggil Illahi, langit turut berduka.... duka bagi kalsel, ulama terkenal pergi meninggalkan di bulan baik ini..... kami yang ditinggalkan tak ada lagi panutan, pengawal atas hal tidak baik atas tanah ini... selamatkan kami ya allah,,selamat jalan untuk guru zuhdi..husnul khatimah...

Sahari habis bagian 2

Berselang beberapa hari setelah pertemuanku dengan sidin yang sering lalu lalang tiap pukul  5 sore itu, aku jadi rindu untuk selalu bertemu.... Sidin tak akan paham, bahwa aku akan jadi muridnya yang selalu haus ilmu, aku berguru secara pelan pelan.... Tak menyadari hal demikian, sidin sampai kapanpun tak akan tahu bahwa kerap kali lewat aku mengintip pelannya kayuhan di atas sepeda dengan baju warna ungu itu... Kadang bergembiranya hati ini, bila bait kata yang bertutur disampaikan aku studi komparis hidupku versus hidup sidin Betapa nampak mempesonanya sidin dengan hari tuanya, tak banyak kahandak, kada banyak tuntutan... Akupun ingin, tiba hari tuaku lebih siap, lebih tenang..sebab masa tua adalah titik balik evaluasi atas apa yang sudah dikejar, apa yang sudah diraih, apa yang sudah di dapat....semua itu hanya titipan bukan milikku seutuhnya..... Lalu bagaimana dengan aku yang dengan kesungguhanku atas mimpiku handak ini, handak itu....abai dengan sebenarnya.... Semoga ...

Terus berkarya

Banyak sumber ilmumu, tulisanmu, inspirasimu, semangatmu,  karyamu, doamu dan kebahagiaanmu..teruslah..

Syukur tiada akhir

Allah berikan ujian kepada suami dan 3 anakku, sumber kebahagiaanku... Meski begitu, aku yang dhaif ini sering mengeluh dan menghitung nikmatMu ya Rabb.... Memandang ke atas, tidak ke bawah... Tidakkah sekarang aku sudah memiliki segalanya, yang oleh orang dikejar mati matian, didamba habis habisan.... Suami, anak, pekerjaan, kesempatan, waktu, kesehatan, karunia lainnya yang tak terhitung jari jari... Kuatkan, sabarkan, berkahkah, selamatkan dan berikan petunjuk kebaikan... Meski kadang ingin seperti orang lain, tapi yang aku memiliki adalah ucap syukur dan doa semoga Allah abadikan ini, ujiannya jangan berat berat yan Allah... Semoga suami dan anak anak tetap sehat, panjang umur, luas rezeki, kuat dengan taqdir masing masing...kumpulkan kami dalam surgaMu ya Allah...aamiin

Gsnssmkddkvs

Cagaga svsbs Jsjsusuevevsksoaisygsvsvs smsksisshdvdvdvdbshdydudndsbzvdgsus92owkebdgysuskamns dvdgxksamssbvsidslsnavavu

Mama

Maafkan anakmu yang nakal ini ma

Pena emas kesabaran.... Masa berganti, waktu berjalan, riuh, sunyi, gegap gempita, senyawa rindu bertemu pada lukisan rindu..sayang mendekap sayang. Kawan...... Banyak sudah yang tercatat dalam alur kebersamaan kita, diantara gelak canda tawa kita, diantara debat diskusi kita, diantara diam dan hening bicara kita, bahkan diantara benci dan amarah kita, diantara kesal dan kecewa kita sampai pada diantara sepi kita.... Banyak hal terselip sebuah rasa ketidaknyamanan disana... Cara menilai, cara memandang, cara menyampaikan sampai pada cara menyimpulkan, tak jarang berbeda dan tidak sama... Ada yang melihat dari atas, memandang dari bawah....menerjemahkan dari sudut kanan menikmati dari sudut kiri... Itulah indahnya perbedaan... Asyiknya memiliki karakter diri tak serupa tapi tetap cita cita adalah memadupadankan ketidaksamaan itu sendiri, meluruhkan keras hati untuk tidak merasa paling benar, paling besar, paling pintar.... kita punya dimensi yang dimiliki oleh kebanyakan orang.. Yakni KELEMAHAN.. Tapi lemah bukan berarti tidak bisa, kurang bukan berarti tidak mampu... Dia akan tetap menjadi sebuah kelebihan... keseimbangan dan saling mengingatkan..... Di akhir cacatan pada diary kehidupan kita.. Memasuki hari ke 8, Semoga sisa kertas kosongnya masih banyak ruang untuk saling menyapa..... Mohon maaf jikalau salah selalu tidak pada tempatnya.. Kata yang tidak pantas.. sikap yang tidak sopan... dan senyum yang salah penafsiran.... Ulun banyak cacatnya dibanding sempurnanya.... Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, minta ampun, maaf.. minta halal dan minta ridha...... Semoga kita selalu dan tetap memiliki pena emas kesabaran untuk menulis dan mengingat kebersamaan....

Sahari habis... Efek corona langsung menyentuh pada denyut perekonomian sidin secara perlahan tapi pasti. "Hawai banar wahini, kada sabarataan urang lagi kawa manukari jajaanku, maklum ai...musim kaya ini asing asingnya berhemat, merapatkan ikat pinggang, mengurangi pengeluaran". Kada lawas sidin ba ucap, setelah sore itu duduk bincang bincang kami sambil menunggu bedug azan. Sadikit haja nang sidin jual, cukup bila di tukari oleh 10 kepala keluarga. Hujungannya gin sadikit, mayu baras salitar, iwak ada haja simpanan, sayur mamutik...isuk bacari pulang. Itu ritme hidup sidin tiap hari, tiap bertemu pas kami sama sama duduk di warung. Icip icip wadai sabuting banyu saparu nang haraga saribu..2 ribu sidin bayar...bulik... Tapi entah kenapa, kerapkali bertemu beliau...aliran hangat pada persendian tubuhku seolah mengisi kekosongan jiwa. Renyahnya tawa sidin mengandung keikhlasan hidup di tengah himpitan zaman, jika indikator sugih itu mampu memiliki segalanya. Tidak pada beliau.....cukup, pas takarannya. Kuamati dastar yang sidin pakai, kada hanyar, tapi bersih, kerudung sidin kada banyak, tapi berganti warna tiap harinya, sandal gapit sidin barasih kaya hanyar nukar, sepeda pun butut tapi uniknya menandakan bahwa sidin lahir di tahun 40an...kira kira.... Tak banyak mengeluh, hanya berkisah bahwa yang sidin cari ni sapamakan sapangikih, imbah bacari, makan, habis, cari pulang razakinya... Tapi tiap hari Allah kasihkan kesempatan untuk ibu tua ini berjuang menjajakan makanannya... Keharuannya justru pada terhindarnya sidin pada gaya hidup berlebihan, sia sia...kada tamakan hujungan nang berlipat lipat.... imbah dapat nang ada, berkahkan untuk kehidupan, cari lagi dengan takaran niat mencari keridhaan.... Lalu bagaimana dengan televisi, parabola, handphone, laptop, kursi, lemari dan lain sebagainya????? "Aku kada perlu itu, cukup kawa makan sahari sudah bahagia". "Kada perlu itu" yang ternyata menjadikan sidin merasa cukup. Kada sarabanya nang dikahandaki. Urusan perut sudah dipenuhi, syukuri.... Ini yang membedakannya..... beruntunglah sidin menjadi seorang hamba yang bertaqdir dengan pusaran pekerjaan sahari bacari, sahari habis. Kada neko neko kada banyak tuntutan.... Samalaman aku mamikirakan sidin, jelaslah bahwa karunia Allah itu wujudnya macam macam... Alhamdulillah...kawa manyudahi hati bila malihat sidin #hikmahharike7puasa

Akakaaa
mudahan anak anak ini, banyak rezeki halalnya, dikuatkan dalam setiap ujiannya. berkah, bahagia, berguna...
Gambar
Rindu sekali pada sosok kecilmu nak....kapan itu??? ,mama sudah lupa engkau kini sudah anak remaja.... kemaren kau cerita tentang sederet masalahmu, mama mendengarkan dengan telinga di buka. tapi emosi naik turun. berat masalah yang kau pendam, jauh mama jauh abah, jauh ading. tapi kondisi tak mengizinkan kau ikut pulang. kamu kuat anakku, kamu hebat mengatasi masalahmu sendiri. tapi yakinlah ada Allah pelipur laramu..doa mama untuk masa depanmu dan akhiratmu,,jadi anak baik sudah buat kami bangga dan bahagia... Ya Allah...jagakan anak ulun...
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar