Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Pandemi corona dan seni menata hati

Musibah sebagai sebuah ujian lain lain bentuknya, musibah bukan hukuman apalagi dampak balas dendam. Cara Allah menyayangi itu banyak, di sanjung, diberi kesempatan, di ingatkan. Di bersihkan... Pandemi copid 19 adalah seni menata hati, sebab, ikut merasakan dampaknya yang besar, mengalami kesedihan dan kekecewaan. Waktu, tenaga, hati, materi teruji... Hanya orang yang berusaha kuat dan kuatlah menjadikan ini sebagai pembelajaran... positif menerima ikhlas,  mengembalikan dan berharap menempati posisi teratas dalam kesabaran dan keikhlasan .... PadaMu rabb, aku ikhlaskan atas ujian ini, biar hilang, biar terpendam...tapi pengalaman menguatkan keikhlasan sebagai hamba, berjuang kuat sebagai hamba, menjalani taqdir sebagai hamba..... Siapa tahu Allah sedang membersihkan, Allah ingin kita untuk hatinya selalu ikhlas berbagi dan berempati, jangan sombong, jangan angkuh, jangan sok... Allah ingin kita kembali ke haribaanNya dengan niat dan kondisi hati bersih suci, dihapusi kes...

Anakku sudah jadi imam

Subhanallah, Alhamdulillah ya Allah...engkau beri kedamaian hati, kesejukan diri, syukur tiada tara, nikmatnya hidup dan kebahagiaan besar ini. Anakku sudah mampu jadi imam, syahdu mendayu mendengarkan lafadz quran yang dibacakan tiap rakaat, lantunan syahdu menyentuh dinding hatiku sebagai mama yang mengandungnya, melahirkannya, membesarkannya... Terimakasih ya Allah..ini sujud terindahku, ini luapan emosi paling berhargaku, ini rindu, cinta bahkan harta terbesar dariMu. Melebihi tingginya jabatan, banyaknya harta dan kemewahan. Mobil, rumah, tanah, emas berlian...kami sehat, kami berkumpul, berdoa bersama dalam kebaikan... Anakku sudah mampu jadi imam, harapanku tercapai...keselamatan dan kemampuan anak anak nomor 1. Mencukupi kebutuhannya, memenuhi kewajibanku sebagai orang tua...menyenangkan hatinya...mereka yang menerangi alam kubur kami tiap saat dengan doa dan kerinduannya... Mereka yang membuktikan bahwa aku berhasil jadi orang tua.... Allahuakbar...kau titipkan amanah ini...

Tentang diri

Terhinanya aku yang selalu menjumlah nikmatMu, mengakhiri dengan kegalauan..padahal Allah begitu mempersiapkan hidup di dunia ini dengan baik, supaya sabar dan terus syukur... Aku cengeng, sedikit sedikit aedih, protes..minta lebih...padahal betapa Allah memberikan semuanya sudah Aku alpa, khilap dan lupa...ampuni berkahkan dan bimbing supaya selalu benar....

Sedang bertemu dengan sang pencipta

Kalimat itu kubaca pada judul yang ramai di media massa, kehilangan dua ulama tercinta... Rangkaian doa, pilu sedih hati. Pergi sudah mereka yang rela menjadi garis terdepan keselamatan banua. Menjadi pengawal amannya banua kita. Entah, berapa  dosa kita, kesalahan kita, berkat beliau beliau... diamankan, dijagakan... mereka menyandang predikat panutan, pembimbing arah, suri teladan.... Pagi tadi meninggalkan dunia fana, tentu saat ini tengah bahagia bertemu dengan rabb tercinta... Merinding membayangkan moment pertemuan haru itu, tapi bagaimana dengan kami kami yang ditinggalkan ini???? Berpulang, setiap yang bernyawa pasti akan kembali.....

kisah hari sabtu

mendung bergelayut, gerimis pilu, gelap, sepi tapi kabar duka itu pengingat bahwa bila ada seorang kesayangan dipanggil Illahi, langit turut berduka.... duka bagi kalsel, ulama terkenal pergi meninggalkan di bulan baik ini..... kami yang ditinggalkan tak ada lagi panutan, pengawal atas hal tidak baik atas tanah ini... selamatkan kami ya allah,,selamat jalan untuk guru zuhdi..husnul khatimah...