Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Sahari habis bagian 2

Berselang beberapa hari setelah pertemuanku dengan sidin yang sering lalu lalang tiap pukul  5 sore itu, aku jadi rindu untuk selalu bertemu.... Sidin tak akan paham, bahwa aku akan jadi muridnya yang selalu haus ilmu, aku berguru secara pelan pelan.... Tak menyadari hal demikian, sidin sampai kapanpun tak akan tahu bahwa kerap kali lewat aku mengintip pelannya kayuhan di atas sepeda dengan baju warna ungu itu... Kadang bergembiranya hati ini, bila bait kata yang bertutur disampaikan aku studi komparis hidupku versus hidup sidin Betapa nampak mempesonanya sidin dengan hari tuanya, tak banyak kahandak, kada banyak tuntutan... Akupun ingin, tiba hari tuaku lebih siap, lebih tenang..sebab masa tua adalah titik balik evaluasi atas apa yang sudah dikejar, apa yang sudah diraih, apa yang sudah di dapat....semua itu hanya titipan bukan milikku seutuhnya..... Lalu bagaimana dengan aku yang dengan kesungguhanku atas mimpiku handak ini, handak itu....abai dengan sebenarnya.... Semoga ...

Terus berkarya

Banyak sumber ilmumu, tulisanmu, inspirasimu, semangatmu,  karyamu, doamu dan kebahagiaanmu..teruslah..

Syukur tiada akhir

Allah berikan ujian kepada suami dan 3 anakku, sumber kebahagiaanku... Meski begitu, aku yang dhaif ini sering mengeluh dan menghitung nikmatMu ya Rabb.... Memandang ke atas, tidak ke bawah... Tidakkah sekarang aku sudah memiliki segalanya, yang oleh orang dikejar mati matian, didamba habis habisan.... Suami, anak, pekerjaan, kesempatan, waktu, kesehatan, karunia lainnya yang tak terhitung jari jari... Kuatkan, sabarkan, berkahkah, selamatkan dan berikan petunjuk kebaikan... Meski kadang ingin seperti orang lain, tapi yang aku memiliki adalah ucap syukur dan doa semoga Allah abadikan ini, ujiannya jangan berat berat yan Allah... Semoga suami dan anak anak tetap sehat, panjang umur, luas rezeki, kuat dengan taqdir masing masing...kumpulkan kami dalam surgaMu ya Allah...aamiin

Gsnssmkddkvs

Cagaga svsbs Jsjsusuevevsksoaisygsvsvs smsksisshdvdvdvdbshdydudndsbzvdgsus92owkebdgysuskamns dvdgxksamssbvsidslsnavavu

Mama

Maafkan anakmu yang nakal ini ma

Pena emas kesabaran.... Masa berganti, waktu berjalan, riuh, sunyi, gegap gempita, senyawa rindu bertemu pada lukisan rindu..sayang mendekap sayang. Kawan...... Banyak sudah yang tercatat dalam alur kebersamaan kita, diantara gelak canda tawa kita, diantara debat diskusi kita, diantara diam dan hening bicara kita, bahkan diantara benci dan amarah kita, diantara kesal dan kecewa kita sampai pada diantara sepi kita.... Banyak hal terselip sebuah rasa ketidaknyamanan disana... Cara menilai, cara memandang, cara menyampaikan sampai pada cara menyimpulkan, tak jarang berbeda dan tidak sama... Ada yang melihat dari atas, memandang dari bawah....menerjemahkan dari sudut kanan menikmati dari sudut kiri... Itulah indahnya perbedaan... Asyiknya memiliki karakter diri tak serupa tapi tetap cita cita adalah memadupadankan ketidaksamaan itu sendiri, meluruhkan keras hati untuk tidak merasa paling benar, paling besar, paling pintar.... kita punya dimensi yang dimiliki oleh kebanyakan orang.. Yakni KELEMAHAN.. Tapi lemah bukan berarti tidak bisa, kurang bukan berarti tidak mampu... Dia akan tetap menjadi sebuah kelebihan... keseimbangan dan saling mengingatkan..... Di akhir cacatan pada diary kehidupan kita.. Memasuki hari ke 8, Semoga sisa kertas kosongnya masih banyak ruang untuk saling menyapa..... Mohon maaf jikalau salah selalu tidak pada tempatnya.. Kata yang tidak pantas.. sikap yang tidak sopan... dan senyum yang salah penafsiran.... Ulun banyak cacatnya dibanding sempurnanya.... Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, minta ampun, maaf.. minta halal dan minta ridha...... Semoga kita selalu dan tetap memiliki pena emas kesabaran untuk menulis dan mengingat kebersamaan....

Sahari habis... Efek corona langsung menyentuh pada denyut perekonomian sidin secara perlahan tapi pasti. "Hawai banar wahini, kada sabarataan urang lagi kawa manukari jajaanku, maklum ai...musim kaya ini asing asingnya berhemat, merapatkan ikat pinggang, mengurangi pengeluaran". Kada lawas sidin ba ucap, setelah sore itu duduk bincang bincang kami sambil menunggu bedug azan. Sadikit haja nang sidin jual, cukup bila di tukari oleh 10 kepala keluarga. Hujungannya gin sadikit, mayu baras salitar, iwak ada haja simpanan, sayur mamutik...isuk bacari pulang. Itu ritme hidup sidin tiap hari, tiap bertemu pas kami sama sama duduk di warung. Icip icip wadai sabuting banyu saparu nang haraga saribu..2 ribu sidin bayar...bulik... Tapi entah kenapa, kerapkali bertemu beliau...aliran hangat pada persendian tubuhku seolah mengisi kekosongan jiwa. Renyahnya tawa sidin mengandung keikhlasan hidup di tengah himpitan zaman, jika indikator sugih itu mampu memiliki segalanya. Tidak pada beliau.....cukup, pas takarannya. Kuamati dastar yang sidin pakai, kada hanyar, tapi bersih, kerudung sidin kada banyak, tapi berganti warna tiap harinya, sandal gapit sidin barasih kaya hanyar nukar, sepeda pun butut tapi uniknya menandakan bahwa sidin lahir di tahun 40an...kira kira.... Tak banyak mengeluh, hanya berkisah bahwa yang sidin cari ni sapamakan sapangikih, imbah bacari, makan, habis, cari pulang razakinya... Tapi tiap hari Allah kasihkan kesempatan untuk ibu tua ini berjuang menjajakan makanannya... Keharuannya justru pada terhindarnya sidin pada gaya hidup berlebihan, sia sia...kada tamakan hujungan nang berlipat lipat.... imbah dapat nang ada, berkahkan untuk kehidupan, cari lagi dengan takaran niat mencari keridhaan.... Lalu bagaimana dengan televisi, parabola, handphone, laptop, kursi, lemari dan lain sebagainya????? "Aku kada perlu itu, cukup kawa makan sahari sudah bahagia". "Kada perlu itu" yang ternyata menjadikan sidin merasa cukup. Kada sarabanya nang dikahandaki. Urusan perut sudah dipenuhi, syukuri.... Ini yang membedakannya..... beruntunglah sidin menjadi seorang hamba yang bertaqdir dengan pusaran pekerjaan sahari bacari, sahari habis. Kada neko neko kada banyak tuntutan.... Samalaman aku mamikirakan sidin, jelaslah bahwa karunia Allah itu wujudnya macam macam... Alhamdulillah...kawa manyudahi hati bila malihat sidin #hikmahharike7puasa

Akakaaa