ALLAH, Vanessa Angel dan anaknya

Apa yang menjadi catatan kecilku hari ini hanya untuk perenungan buat diri sendiri. Kalaupun ada yang secara kebetulan kurang tepat, itu karena aku memahami dalam sisi yang berbeda..semoga tidak salah tempat.

_________keterkejutan seluruh masyarakat Indonesia yang sebagian pengguna aktif media sosial secara terus menerus di kabarkan oleh pemberitaan pesohor negeri ini. Baik kenal ataupun tidak kenal. Seolah olah berita ini menjadi trending topik setiap menitnya.

Secara kebetulan, yang jadi korbannya adalah artis terkenal yang mau tidak mau, ketika update berita tentang kejadian yang sama sekali tidak terduga ini adalah kabar kepergiannya yang secara cepat. Meninggal dengan sebab kecelakaan, meninggal bersama suami tercinta secara bersamaan, meninggal dalam keadaan anak semata wayangnya belum mengerti keadaan dan masih banyak memerlukan kasih sayang.

Sontak kabar ini dianggap sebagai skenario "viral" dari sang maha khalik.
Berurutan, beraturan..seolah olah sudah ada pesan pesan yang di sampaikan, namun baru setelahnya di sadari...
Memang mereka sejatinya ingin izin pamit pergi dan kembali mendahului, sembari berpesan tolong jagakan anak kesayangan.

Tapi tak ada satupun manusia yang paham pada saat itu, memang hanya kebetulan atau di rancang secara sadar agar setelahnya adalah ibrah bagi yang ditinggalkan.

________

Naas hari itu, 
Sebelumnya segar bugar, sehat walafiat, hepi bahagia.
Tidak memahami perjalanan yang dianggap sebagai misi pekerjaan hanya sebagai sebab musabab mengantar umur.
Sudah tercatat di lauhil mahfudz dan janji kepada Allah yang sudah di iya kan.
Meninggal kapan, di mana, dengan kejadian apa, bersama siapa dan setelahnya apa??

Aku tidak akan menyoal siapapun orang itu dulunya apa, lihat sekarang dan hari ini. Betapa seluruh pelosok negeri menjadi bersedih dan terharu, bersatu saling doa mendokan, mengambil hikmah di balik kejadian..yang pentingnya adalah doa berjamaah dengan ketulusan..
Husnul Khotimah dan keselamatan...
Semakin banyak yang mendoakan semakin selamat menuju pulang

Mungkin bisa saja akhirnya banyak yang iri dengan sosok almarhumah, bisa sebegitunya membuat decak kagum, puji memuji dan tentu dapat menuai doa dari banyak kalangan. Berhasil meraih simpati banyak di ujung masa akhir hayat.

Mungkin  tidak semua orang bisa seperti ini.

 Kita tidak tahu, perjuangan apa yang sudah dilakukan, usaha keras apa agar masa lalu dan pengalaman silam adalah proses pengakuan lemahnya sebagai manusia, komitmen hijrah seperti apa yang sudah dilakukan?  hingga di akhir masa hidupnya di dunia..bisa sebesar ini perhatian orang orang kepadanya. 

Mengurai kefanaan dunia,
Allah sering menitipkan pesan kepada kita yang mau bersyukur, mau merenungi dan berpikir. Terlebih atas taqdir.

Menjalani kehidupan, meski lemah atas kuasaNya, ada usaha dan doa dari kita sesungguhnya..
Berusahalah menjadi manusia baik. Belajarlah menjadi manusia baik
Berdoalah menjadi manusia baik
Berjuanglah menjadi manusia baik

Banyak lewat cara apa, dengan cara apa..

Sebenarnya siapa yang ingin hidupnya tidak baik, meski ketidakbaikan manusia di dunia boleh dan bisa terjadi atas kehendak sendiri, tapi harus pula disadari bahwa ketidak baikan yang Allah turunkan merupakan ujian.
Kuatkah dia?
Mampukah dia?
Sabarkah dia?
Ikhlaskah dia?
Nah, ini yang sebenarnya penting bagiku sendiri untuh dipahami sebagai sebuah pembelajaran.
Jangan menyalahkan siapapun atas jalan hidup yang penuh luka, penuh hinaan, penuh cacian. Karena seberatnya yang di jalani adalah datang dari Allah. Banyak bentuk dan cara untuk memperbaikinya..
Saat ujian datang lagi, meski akibat kesalahan diri sendiri..maka perkuat janji kepada Allah untuk teguh mengatasi persoalan, terus belajar dan kuatkan doa doa agar kehinaan dan kelemahan sebagai hamba adalah salah satu cara agar Allah tetap menjaga.
Namun yang terpenting sekali bagiku besar pembelajaran bahwa Allah ingin mengabarkan kepada hambanya...
1. Ikhlaskan hidupmu atas takdirku
2. Aku punya cara yang unik untuk mengangkat derajat hambaku
3. Tidak boleh memandang hina dan rendah kepada ciptaanku
4. Hiduplah rukun damai, perindah silaturrahmi, kurangi ghibah dan fitnah
5. Perkuatan jalinan kemanusiaan, ini bentuk kuasaku agar ketika hidup di dunia..Aku adalah penentu, pengatur semua..

Hal lai  yang bisa di ambil dari duka masyarakat yang secara kebetulan merasakan kehilangan, ada beberapa inti sarinya
1. Ketika kita menjadi terkenal, maka publik akan mudah mengetahui
2. Bentuk kejadian dan pesan pesan yang di sampaikan secara dramatis
3. Kejadian begitu cepat
4. Sebab musababnya dengan perihal kecelakaan
5. Sekaligus dalam kejadian
6.Meninggalkan luka karena harus ada anak yang ditinggalkan dalam usia yang balita

Semoga ini akan menjadi pengingatku, sekaligus semangat terus memperbanyak amal kebaikan, mengurangi dosa dosa dan kesalahan.
Tidak mengukur dan menilai manusia dalam saru pandangan, baik buruk, benar salah, suci dan tidak suci...

ALLAH MAHA PENGAMPUN..semoga kami diberikan kemuliaan sebagai hamba.
Kuat menjalani pada setiap ujianMu
Tidak sering berbuat salah
Ikhlas merelakan atas segala kehendakMu 
Jadi orang baik, saling menyayangi dan mendoakan

Kemudian titip lagi satu doa ya Rabb...

Semoga anak kecil yang tak mengerti dan tidak berdosa itu engkau jadikan manusia kuat, sholeh, pintar, sehat, sukses dan bahagia.
Inipun salah satu caraMu agara kami paham dan mengakui bahwa ENgkau maha segalanya...
Alhamdulillah terimaksih ya Allah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebaikan ujian